Tolak MBG, Puluhan Pelajar Diamankan Polisi di Sentani Papua

Pelajar di Papua gelar aksi tolak MBG
Pelajar di Papua gelar aksi tolak MBG
banner 468x60

Bintang.co.id – Aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan pelajar di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, berujung pada pengamanan oleh aparat kepolisian, Selasa, 15 September 2026.

Namun, jumlah pelajar yang diamankan dalam aksi tersebut menjadi sorotan karena terdapat perbedaan data antara kepolisian dan Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Papua.

Read More
banner 300x250

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan menyebut sebanyak 78 pelajar diamankan secara persuasif dan dibawa ke Mapolsek Sentani Kota.

Menurut Dionisius, tindakan tersebut bukan penangkapan. Para pelajar disebut diberikan minum dan pihak kepolisian menghubungi guru masing-masing untuk menjemput mereka.

“Tidak ada penangkapan atau pemukulan. Para pelajar kami amankan secara baik-baik ke Polsek Sentani Kota. Kami berikan minum dan kami hubungi guru-guru mereka untuk menjemput mereka di Polsek,” kata Dionisius.

Sementara itu, LBH Papua menyampaikan data berbeda. Lembaga tersebut menyebut sekitar 140 pelajar ditangkap dalam peristiwa tersebut.

LBH Papua menyebut para pelajar berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SMA YPPGI Sentani, SMA Koinonia, SMK Negeri 1 Sentani, SMA YPKP, SMA Haleluya, SMA Penerbangan, serta SMP Negeri 1 Sentani.

Tim LBH Papua kemudian mendatangi Mapolsek Sentani Kota untuk memberikan pendampingan hukum kepada para pelajar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pihak ketiga independen yang mengonfirmasi jumlah pasti pelajar yang diamankan maupun status hukum mereka.

Aksi Sebelumnya Tak Mendapat Izin

Aksi tersebut sebelumnya tidak mendapat izin dari kepolisian. Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, mengatakan keputusan tersebut mempertimbangkan aspek keamanan, pendidikan, serta psikologi pelajar.

Meski demikian, sejumlah pelajar tetap berkumpul di kawasan Pos 7 Sentani dan BTN Matoa Sentani sebelum akhirnya dibawa ke Mapolsek Sentani Kota.

Tolak MBG, Pelajar Minta Pendidikan Diprioritaskan

Dalam aksi tersebut, para pelajar tidak hanya menyampaikan penolakan terhadap program MBG, tetapi juga meminta pemerintah lebih memprioritaskan pendidikan gratis dan berkualitas.

Mereka menyoroti sejumlah persoalan pendidikan di Tanah Papua, mulai dari akses pendidikan, buta huruf, ketimpangan fasilitas sekolah, hingga keberlanjutan pendidikan bagi pelajar di wilayah terdampak konflik.

Para pelajar juga menyuarakan agar perhatian pemerintah diarahkan pada pembiayaan pendidikan, penyediaan fasilitas sekolah yang layak, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Aksi Serentak di Tiga Wilayah Papua

Aksi penolakan MBG tersebut merupakan bagian dari aksi serentak yang juga berlangsung di Nabire, Papua Tengah, dan Wamena, Papua Pegunungan.

Aksi tersebut melibatkan kelompok Solidaritas Pelajar West Papua atau SPWP. Berbeda dengan Sentani, aksi di Nabire dan Wamena dilaporkan berlangsung tertib tanpa peristiwa pengamanan serupa.

Editor : Erina Faiha

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *