Bintang.co.id – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 2 Juli 2026.
Kunjungan ini menjadi lawatan resmi pertama Presiden Belarus ke Indonesia sejak Prabowo menjabat sebagai presiden, sekaligus memperkuat hubungan bilateral yang telah dibangun kedua negara.
Pertemuan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan Prabowo dan Presiden Belarus saat kunjungan Presiden RI ke Minsk pada 2025.
Disambut dengan Upacara Kenegaraan
Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, tiba di Istana Merdeka dengan iring-iringan kendaraan yang dikawal pasukan motoris dan pasukan berkuda. Kedatangannya turut disambut para pelajar yang berbaris di kawasan Istana sambil mengibarkan bendera Indonesia dan Belarus.
Prabowo menyambut langsung Lukashenko di sisi barat Istana Merdeka sebelum keduanya berjalan menuju lapangan utama untuk mengikuti upacara penyambutan kenegaraan.
Dalam prosesi tersebut, lagu kebangsaan Indonesia dan Belarus diperdengarkan, dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan kehormatan serta perkenalan delegasi dari masing-masing negara.
Baca Juga: Dunia Makin Terhubung, Prabowo Dorong Penguasaan Sains dan Teknologi
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penyambutan Presiden Belarus.
Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Pembahasan Kerja Sama Bilateral
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menjelaskan bahwa dalam pertemuan kali ini, kedua kepala negara dijadwalkan membahas berbagai potensi kerja sama bilateral yang dapat terus dikembangkan.
Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah keterlibatan Belarus sebagai negara yang telah meratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EAEU CEPA).







