Batuk Lama Tak Sembuh Meski Sudah Minum Obat? Bisa Jadi karena GERD

Ilustrasi batuk (foto magnific)
Ilustrasi batuk (foto magnific)
banner 468x60

Bintang.co.id – Batuk berminggu-minggu sering dianggap sekadar flu atau alergi. Obat batuk diminum berkali-kali, tetapi keluhan tidak juga hilang. Padahal, sumber masalahnya bisa jadi bukan di paru-paru atau tenggorokan, melainkan di lambung.

Asam lambung yang naik ke kerongkongan atau refluks bisa memicu batuk berkepanjangan. Jika refluks terjadi berulang dalam waktu lama, kondisinya disebut penyakit refluks gastroesofageal atau GERD. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) Amerika Serikat menyebut GERD sebagai salah satu penyebab batuk kronis dan suara serak.

Read More
banner 300x250

Pada orang dewasa, batuk disebut kronis jika berlangsung delapan minggu atau lebih. Pada anak, batasnya lebih pendek, yakni sekitar empat minggu. Selain asam lambung, batuk kronis juga bisa dipicu rokok, asma, atau infeksi, sehingga penyebab pastinya tetap perlu dipastikan dokter.

Bagaimana Asam Lambung Bisa Bikin Batuk?

Di ujung bawah kerongkongan ada cincin otot bernama sfingter esofagus bawah. Otot ini seharusnya menutup setelah makanan masuk ke lambung, sehingga isi lambung tidak naik kembali.

Saat otot ini melemah atau membuka pada waktu yang salah, asam lambung naik dan mengiritasi kerongkongan hingga tenggorokan. Iritasi inilah yang memicu batuk.

Masalahnya, batuk yang terus-menerus juga menekan perut dan bisa membuat refluks makin parah. Batuk dan GERD akhirnya saling memicu dan membentuk lingkaran yang sulit diputus.

Tanda Batuk Akibat Asam Lambung

Batuk karena refluks punya beberapa ciri yang bisa dikenali.

Pertama, batuk sering muncul saat berbaring di malam hari atau setelah makan dalam porsi besar. Makan larut malam juga membuat keluhan lebih mudah kambuh.

Kedua, batuk disertai rasa panas di belakang tulang dada yang menjalar ke tenggorokan, atau mulut terasa asam karena isi lambung naik.

Ketiga, suara menjadi serak, sering berdeham, atau tenggorokan terasa sakit. Asam yang mencapai pita suara bisa menyebabkan peradangan atau laringitis.

Keempat, tenggorokan terasa seperti mengganjal atau makanan sulit ditelan.

Yang perlu dicatat, tidak semua penderita GERD merasakan panas di dada. Pada sebagian orang, keluhan yang paling menonjol justru batuk kronis atau suara serak. Karena itu, kondisi ini sering tidak disadari.

Siapa yang Lebih Berisiko?

Risiko GERD lebih tinggi pada orang dengan berat badan berlebih, ibu hamil, perokok, dan orang yang sering terpapar asap rokok. Hernia hiatus, yaitu kondisi saat bagian atas lambung terdorong ke rongga dada, juga dapat memperberat refluks.

Beberapa jenis obat juga bisa memperparah keluhan, antara lain sebagian obat asma, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), penghambat kanal kalsium, benzodiazepin, dan antidepresan trisiklik. Meski begitu, obat resep jangan dihentikan tanpa saran dokter.

Cara Meredakan dan Mencegah Kambuh

Perubahan kebiasaan sehari-hari bisa membantu mengurangi refluks. Beberapa langkah yang dianjurkan:

  • Makan dengan porsi lebih kecil, tetapi lebih sering.
  • Beri jeda sekitar tiga jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur.
  • Tinggikan posisi kepala saat tidur, misalnya dengan mengganjal kaki ranjang bagian kepala. Cara ini lebih efektif daripada menumpuk bantal.
  • Kurangi makanan dan minuman yang memicu keluhan, seperti makanan berlemak, pedas, cokelat, kopi, dan minuman beralkohol.
  • Berhenti merokok dan jauhi asap rokok.
  • Turunkan berat badan jika berlebih.

Kapan Harus ke Dokter?

Batuk kronis tidak boleh dianggap sepele. Batuk yang terus-menerus dapat mengganggu tidur, memicu sakit kepala, pusing, muntah, hingga pingsan. Pada kasus berat, batuk bahkan bisa menyebabkan tulang rusuk retak.

GERD yang dibiarkan bertahun-tahun juga berisiko menimbulkan peradangan kerongkongan (esofagitis), penyempitan kerongkongan, hingga esofagus Barrett, yaitu perubahan sel di lapisan kerongkongan.

Segera periksakan diri ke dokter jika batuk berlangsung lebih dari delapan minggu, atau jika muncul gejala seperti sulit atau nyeri saat menelan, berat badan turun tanpa sebab, muntah darah, atau tinja berwarna hitam. Dokter akan menelusuri penyebab batuk dan menentukan penanganan yang sesuai.

Lilik HN

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *