Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi
banner 468x60

Bintang.co.id – Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal teramati mencapai 500 meter di atas puncak dan mengarah ke barat laut. Masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi zona larangan aktivitas karena gunung api tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.

Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, erupsi terjadi pada pukul 11.45 WIB dan masih berlangsung saat laporan dibuat. Tidak terdengar suara dentuman dalam kejadian tersebut.

Read More
banner 300x250

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, membenarkan aktivitas erupsi tersebut. Ia mengatakan, erupsi juga terjadi sehari sebelumnya.

“Benar, Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Rabu siang. Sehari sebelumnya juga terjadi erupsi. Pada kejadian hari ini, kolom erupsi teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak dengan abu berwarna hitam dan intensitas tebal,” kata Suwarno, dikutip dari Kompas.

PVMBG menetapkan larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Larangan tersebut berlaku bagi masyarakat di sekitar gunung, pengunjung, wisatawan, dan pendaki.

Selain itu, aktivitas juga dilarang dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan laporan pengamatan periode Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 06.00–12.00 WIB, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 610 detik atau sekitar 10 menit 10 detik.

Petugas juga merekam tiga gempa frekuensi rendah, 17 gempa hybrid atau fase banyak, serta satu gempa vulkanik dangkal. Tremor menerus teramati dengan amplitudo 1–21 milimeter dan amplitudo dominan 5 milimeter.

Secara visual, asap kawah teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tipis sampai tebal. Ketinggiannya berkisar 5–500 meter di atas puncak kawah.

Sehari sebelumnya, Selasa, 20 Oktober 2026, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi pada pukul 12.28 WIB. Saat itu, tinggi kolom erupsi tidak teramati. Namun, aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 44 milimeter dan durasi sekitar 28 detik.

PVMBG mengingatkan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak lava panas dengan air laut maupun air hujan.

Masyarakat pesisir Lampung dan Banten diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau secara otomatis menyebabkan tsunami.

Warga diminta mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta memantau informasi terkini mengenai aktivitas gunung melalui kanal resmi MAGMA Indonesia dan PVMBG.

Editor : Erina Faiha

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *