Serang, Bintang.co.id – Kota Serang kini memiliki destinasi wisata alam baru yang mulai menarik perhatian para pencinta aktivitas luar ruang. Gunung Gedor yang berada di Kampung Sibetung, Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, mulai dibuka untuk masyarakat umum dan menawarkan pengalaman trekking ringan dengan panorama Kota Serang dari ketinggian.
Meski baru beroperasi sekitar tiga pekan, kawasan ini mulai ramai didatangi wisatawan, terutama pada akhir pekan.
Jalur pendakian yang relatif mudah membuat Gunung Gedor cocok dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, keluarga, hingga pendaki pemula.
Dengan ketinggian sekitar 349 meter di atas permukaan laut, perjalanan menuju puncak tidak terlalu menguras tenaga.
Sepanjang jalur pendakian, pengunjung akan melewati kawasan hijau dengan udara yang masih sejuk sebelum tiba di titik pandang yang menyuguhkan panorama Kota Serang.
Bagi wisatawan yang tidak ingin berjalan kaki, pengelola juga menyediakan layanan ojek menuju puncak.
Menurut Buhari pengelola dari Pokdarwis wisata Gunung Gedor telah membangun tiga pos peristirahatan dari total empat pos yang direncanakan.
“Fasilitas tersebut disiapkan agar pengunjung dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan,” ujar Buhari.
Selain trekking, kawasan ini juga mulai dikembangkan sebagai lokasi camping ground. Wisatawan yang ingin bermalam dapat mendirikan tenda di area yang telah disiapkan.
Karena belum diresmikan sebagai objek wisata oleh pemerintah, pengelola belum memberlakukan tiket masuk.
Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir kendaraan roda dua sebesar Rp5.000, sedangkan tarif berkemah dipatok Rp15.000 per orang.
Bagi wisatawan yang belum memiliki perlengkapan, penyewaan tenda tersedia di Pos 1 dengan tarif mulai Rp40.000 hingga Rp60.000, tergantung ukuran tenda.
“Untuk sementara belum ada tiket masuk karena kami masih menunggu proses peresmian. Pengunjung cukup membayar parkir kendaraan Rp5.000. Kalau ingin camping dikenakan biaya Rp15.000 per orang, dan bagi yang belum membawa perlengkapan, kami juga menyediakan penyewaan tenda dengan tarif mulai Rp40.000 hingga Rp60.000,” katanya.
Tak Hanya Wisata Alam, Gunung Gedor Juga Memiliki Nilai Religi
Di balik keindahan alamnya, Gunung Gedor juga menyimpan nilai sejarah dan religius yang masih dijaga masyarakat setempat.
Lurah Cibendung, Yanti Nurna, mengatakan kawasan tersebut memiliki Petilasan Syekh Abdurrahman yang hingga kini dihormati warga.
Meski Syekh Abdurrahman tidak dimakamkan di lokasi tersebut, petilasan itu tetap dianggap sebagai tempat yang memiliki nilai spiritual dan menjadi bagian dari sejarah masyarakat Cibendung.
“Di kawasan Gunung Gedor terdapat Petilasan Syekh Abdurrahman yang selama ini dihormati masyarakat. Meski beliau tidak dimakamkan di lokasi tersebut, petilasan ini memiliki nilai sejarah dan spiritual sehingga harus tetap dijaga serta dihormati,” ungkap Yanti.
Yanti menjelaskan, rencana pengalihan jalur pendakian yang dilakukan pengelola merupakan hasil komunikasi bersama tokoh agama dan masyarakat agar aktivitas wisata tetap menghormati kawasan yang dianggap sakral.
“Karena itu, rencana pengalihan jalur pendakian kami bahas bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengelola. Tujuannya agar pengembangan wisata tetap berjalan, tetapi tidak mengganggu kawasan yang dianggap sakral oleh masyarakat,” katanya.
Diharapkan Jadi Destinasi Unggulan Kota Serang
Pengelola berharap Gunung Gedor dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kota Serang.
Selain mempercantik fasilitas pendakian, pengembangan infrastruktur dan pengelolaan yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan akses yang mudah, jalur pendakian ramah pemula, panorama Kota Serang dari puncak, serta nilai sejarah yang dimilikinya, Gunung Gedor berpotensi menjadi alternatif wisata alam baru bagi warga Banten.






