Bintang.co.id – Potensi bencana yang beragam di Provinsi Banten menuntut kesiapan sistem komunikasi yang dapat diandalkan dalam situasi darurat. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Banten pun mendorong penguatan infrastruktur siaran radio agar informasi penting tetap dapat menjangkau masyarakat ketika jaringan internet dan telekomunikasi terganggu.
Upaya tersebut dibahas dalam Workshop Manajemen Infrastruktur Siaran Radio Tanggap Bencana di Gedung Serbaguna DPRD Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ketua KPID Provinsi Banten, Haris H. Witharja, mengatakan kesiapan radio dalam menghadapi bencana tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan pemancar dan perangkat siaran. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta koordinasi dengan instansi penanggulangan bencana juga menjadi faktor penting.
Penguatan berbagai aspek tersebut diperlukan agar lembaga penyiaran radio mampu menjalankan fungsi penyebaran informasi secara optimal ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menjelaskan bahwa Banten memiliki potensi berbagai jenis bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga aktivitas vulkanik.
Keragaman ancaman tersebut menjadi alasan pentingnya membangun sistem komunikasi kebencanaan yang tangguh dan siap digunakan sewaktu-waktu. Informasi yang tersampaikan dengan baik dibutuhkan untuk membantu masyarakat mengetahui perkembangan situasi saat bencana terjadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Provinsi Banten, Beni Ismail, menilai penguatan peran radio merupakan langkah strategis. Menurutnya, radio masih menjadi salah satu mitra Pemerintah Provinsi Banten dalam menyebarluaskan informasi publik.
Melalui workshop tersebut, kesiapan infrastruktur dan pengelolaan siaran radio tanggap bencana menjadi perhatian untuk mendukung komunikasi publik ketika terjadi keadaan darurat.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten, Muhammad Faisal, serta National Leader First Response Indonesia, Jose Marwoto, yang hadir sebagai salah satu narasumber.
Editor : Erina Faiha







