Jakarta, Bintang.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis 15 Okotber 2026 di zona merah dan tertahan di level 5.863,78, atau anjlok 79,24 poin setara 1,33 persen dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya.
Sejak awal pembukaan, IHSG berada di level 5.917,13 yang tercatat lebih rendah dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya. Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.917,70, namun tekanan jual yang kuat segera menyeret IHSG hingga menyentuh titik terendah harian pada level 5.804,21.
Penurunan terdalam terjadi sekitar pukul 11.00 WIB ketika IHSG memasuki area 5.800-an.
Memasuki sesi siang hingga sore, laju indeks bergerak mendatar di kisaran rentang 5.805 hingga 5.850. Menjelang penutupan perdagangan, IHSG berhasil memangkas sebagian pelemahan dengan terangkat naik ke level 5.863,78, atau menguat sekitar 59,6 poin dari titik terendahnya.
Sementara aktivitas perdagangan harian mencatatkan volume sebesar 19,40 miliar saham atau 306,62 juta lot, dengan nilai transaksi mencapai Rp10,25 triliun.
Secara keseluruhan, mayoritas saham berada dalam tekanan dengan rincian 646 saham melemah, 86 saham menguat, dan 231 saham sisanya bergerak stagnan.
Seluruh indeks sektoral kompak terparkir di zona merah, di mana pelemahan terdalam dipimpin oleh sektor energi, konsumen siklikal, infrastruktur, transportasi, dan barang baku yang masing-masing terkoreksi di kisaran 3 persen.
Sementara itu, sektor industri, konsumen non-siklikal, properti, dan teknologi menyusul di zona merah dengan penurunan di kisaran 2 persen.
Di tengah tekanan pasar, tiga saham yang memimpin jajaran top gainers meliputi PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) yang melonjak 32,05 persen, PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) yang naik 25 persen, serta PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) yang terangkat 24,61 persen.
Sebaliknya, jajaran top losers diisi oleh PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) yang anjlok 15 persen, PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) yang turun 14,81 persen, dan PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) yang melemah 13,90 persen.







