Bintang.co.id – Setelah berbulan-bulan terlibat konflik yang mengguncang Timur Tengah dan memicu gejolak ekonomi global, Amerika Serikat dan Iran dikabarkan semakin dekat menuju kesepakatan damai.
Perkembangan terbaru menunjukkan kedua negara telah menyetujui rancangan awal perjanjian yang dapat menjadi dasar penghentian konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Laporan Reuters menyebut seorang pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa proses negosiasi telah menghasilkan kesepakatan terhadap teks perjanjian.
“Kedua pihak telah menyetujui teks tersebut dan kami memperkirakan kesepakatan awal dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang,” kata pejabat tersebut seperti dikutip Reuters, Sabtu 13 Juni 2026.
Meski belum diumumkan secara resmi, pernyataan tersebut menjadi sinyal paling kuat sejauh ini bahwa jalur diplomasi mulai menggantikan konfrontasi militer.
Jika ditandatangani, kesepakatan tersebut berpotensi mengakhiri salah satu konflik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir. Namun hingga kini, isi lengkap perjanjian masih belum dipublikasikan kepada publik.
Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi turut mengonfirmasi adanya kemajuan dalam proses perundingan.
Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Araqchi menyebut pembahasan masih memungkinkan mengalami perubahan sebelum benar-benar disepakati kedua belah pihak.
Meski demikian, ia menilai posisi Iran tetap kuat selama proses konflik berlangsung.
“Iran adalah pemenang perang dengan AS,” kata Araqchi.
Kabar mendekatnya kesepakatan menuju damai mendapat perhatian luas karena perang AS-Iran sebelumnya berdampak terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.
Konflik tersebut sempat memicu gangguan jalur pelayaran internasional, lonjakan harga energi, hingga ketidakpastian pasar dunia.
Meski belum ada jadwal resmi penandatanganan, perkembangan terbaru ini menjadi indikasi bahwa peluang perdamaian antara Washington dan Teheran kini semakin terbuka.








