Polri Geledah 12 Lokasi Terkait Dugaan Korupsi, Rumah Jampidsus hingga Kantor PT CBS

Tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di 12 lokasi, termasuk rumah mewah di kawasan Sentul
Tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di 12 lokasi, termasuk rumah mewah di kawasan Sentul. (Foto: Dok. Polri)
banner 468x60

Jakarta, Bintang.co.id – Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan serentak di 12 lokasi di Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, dan sekitarnya dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang diduga melibatkan Jampidsus Kejagung.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan adalah kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penggeledahan berlangsung sejak Rabu 8 Juli 2026) malam hingga Kamis dini hari 9 Juli 2026.

Read More
banner 300x250

Selain itu, penyidik juga mendatangi rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, yang sebelumnya disebut menjadi lokasi ditemukannya brankas berisi emas batangan, mata uang asing, dan uang tunai bernilai ratusan miliar rupiah.

Tak hanya rumah pribadi, penggeledahan turut menyasar sejumlah kantor perusahaan yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang disidik.

Di antaranya kantor PT CBS di Cengkareng Timur, kantor pusat PT CBS di Penjaringan, PT KNI di Petojo Selatan, kantor Grup DMG/CP di kawasan Kuningan, serta PT PML di Jakarta Selatan.

Penyidik juga menggeledah sejumlah rumah dan apartemen milik pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut, termasuk rumah di Serpong Utara, Mega Kuningan, Gandaria Selatan, serta sebuah apartemen di kawasan Pacific Place, Jakarta Selatan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti.

“Ada beberapa lokasi yang secara serempak dilakukan penggeledahan, termasuk di Cafe De’Klan dan Point Money Changer.

Ini berkaitan dengan dugaan korupsi blackout batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel,” kata Budi Hermanto.

Menurut Budi, penyidikan juga mencakup dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI. Seluruh rangkaian penggeledahan dilakukan guna melengkapi alat bukti dan mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami hasil penggeledahan di setiap lokasi sebagai bagian dari pengembangan penyidikan dugaan korupsi dan TPPU yang diduga melibatkan Jampidsus Kejagung.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *