Erupsi Gunung Berapi Ganggu Penerbangan, Pemerintah Pantau Dampaknya ke Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)
banner 468x60

Jakarta, Bintang.co.id – Pemerintah memantau dampak erupsi sejumlah gunung berapi terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian, termasuk gangguan pada sektor penerbangan dan distribusi logistik.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dampak erupsi menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 7 September 2026.

Read More
banner 300x250

Menurut Airlangga, aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah terdampak mengalami penurunan. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap berbagai program dan sektor ekonomi yang masih dipantau pemerintah.

“Ya pertama tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih monitor program-program apa yang terkena di berbagai provinsi tersebut,” jelas Airlangga.

Pemerintah saat ini juga memantau dampak letusan sejumlah gunung berapi yang terjadi di Indonesia.

Airlangga menyebut sedikitnya lima hingga enam gunung menjadi perhatian pemerintah, terutama karena erupsi berdampak pada aktivitas masyarakat.

“Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini. Terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang,” lanjutnya.

Gangguan juga terjadi pada sektor logistik. Salah satu yang terdampak adalah penerbangan karena selain mengangkut penumpang, sektor tersebut memiliki peran dalam distribusi barang dan kargo.

“Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan. Karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo,” ungkap Airlangga.

Pemerintah masih mengevaluasi kondisi tersebut, termasuk memperkirakan durasi penutupan atau pembatasan operasional penerbangan di wilayah yang terdampak aktivitas erupsi.

“Kita masih monitor berapa lama ini harus ditutup,” pungkas Airlangga.

Pemerintah Siapkan Antisipasi El Nino

Dalam rapat yang sama, pemerintah juga membahas kesiapan menghadapi potensi fenomena El Nino. Persiapan tersebut mencakup berbagai program bantuan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah potensi dampak kondisi iklim.

“Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini,” ujar Airlangga.

Salah satu bantuan yang dibahas adalah bantuan pangan berupa beras. Airlangga mengatakan bantuan beras yang telah disalurkan hingga September akan dilanjutkan selama tiga bulan berikutnya sesuai arahan Presiden Prabowo.

“Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kebutuhan masyarakat sekaligus mengantisipasi tekanan ekonomi yang dapat muncul akibat faktor cuaca maupun bencana alam.

Pemerintah selanjutnya akan terus memantau perkembangan dampak erupsi dan potensi El Nino untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di masing-masing wilayah.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *