Jakarta, Bintang.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kondisi Lampung, Banten, Jawa Barat hingga DKI Jakarta kondusif dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Pasalnya, saat ini arah pergerakan erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau cenderung menuju Laut Hindia.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB Berton Panjaitan, mengatakan berdasarkan analisis citra satelit, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bergerak ke arah barat mengikuti arah angin.
“Untuk Gunung Anak Krakatau kalau kita lihat dari gambar ini bahwa arah angin sekarang abu bersama abunya sudah bergerak ke arah barat sesuai dengan analisis citra satelit dengan kecepatan angin 15 knot. Jadi kalau kita lihat sigmetnya atau signifikan meteorologisnya bahwa saat ini abu vulkanik tersebut lebih cenderung mengarah ke Laut Hindia,” kata Berton pada konferensi pers, Selasa 8 September 2026.
Berton menyebut kondisi saat ini lebih kondusif di sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik. Dengan kondisi tersebut, Berton juga mengatakan delapan bandara yang sebelumnya ditutup oleh otoritas juga telah kembali beroperasi.
“Dari informasi tersebut kita dapat tahu bahwa sekarang ini keadaan di Lampung dan Jawa Barat, maupun Banten, DKI termasuk di dalamnya lebih kondusif dari abu vulkanik dan 8 bandara yang tadinya sudah ditutup oleh otoritas saat ini sudah kembali dibuka,” katanya.
Berton juga melaporkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. BNPB juga mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi rekomendasi otoritas kegunungapian.
“Aktivitas vulkanik saat ini masih level 3, pada status aktivitas tersebut otoritas kegunungapian masih merekomendasikan masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas 3 km radius 3 km dari gunung tersebut,” katanya.
BNPB juga telah melakukan respons terhadap kondisi abu vulkanik di sekitar Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Lampung. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca menggunakan metode cloud seeding.
“BNPB sudah melakukan respons terhadap keadaan abu yang ada di sekitar Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta maupun Lampung,” kata Berton.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan operasi modifikasi cuaca tersebut dengan menyemaikan air yang dicampur kalsium klorida (CaCl2) ke awan agar berpotensi menghasilkan hujan di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Kemarin BNPB sudah melakukan operasi modifikasi cuaca melalui metode cloud seeding di mana dilakukan penyemprotan air yang bercampur dengan kalsium klorida yang ditujukan pada awan yang berpotensi terjadi hujan di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dan tentu ini dibantu oleh sebuah pesawat ya untuk menyebarkan atau menyemaikan 650 liter air bersama 350 kg CaCl2,” pungkasnya.







