Bintang.co.id – Mitsubishi Pajero terbaru dikabarkan meluncur di Thailand dengan sejumlah pembaruan pada teknologi penggerak empat roda, fitur keselamatan, dan mode berkendara. Kehadirannya menarik perhatian pencinta SUV, termasuk konsumen Indonesia yang menantikan perkembangan model andalan Mitsubishi tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, SUV ini ditawarkan dalam tiga varian, yakni GLS, GSR, dan Super Exceed. Harga yang disebutkan untuk pasar Thailand masing-masing mencapai 1.499.000 baht, 1.699.000 baht, dan 1.999.000 baht.
Meski demikian, jadwal pemasaran model tersebut di Indonesia belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Mitsubishi disebut berencana memperluas pemasaran kendaraan ini secara bertahap ke sekitar 100 negara mulai tahun fiskal 2027, tetapi daftar negara tujuan perlu dikonfirmasi melalui pengumuman resmi perusahaan.
Jika mengacu pada informasi tersebut, varian GLS menjadi pilihan dengan harga paling rendah, sedangkan Super Exceed menempati posisi tertinggi.
Berikut rincian harga Mitsubishi Pajero Sport yang disebutkan untuk pasar Thailand:
| Varian | Harga |
| GLS | 1.499.000 baht |
| GSR | 1.699.000 baht |
| Super Exceed | 1.999.000 baht |
Harga tersebut merupakan harga yang dilaporkan untuk pasar Thailand. Nilainya tidak dapat langsung dijadikan patokan harga di Indonesia karena perbedaan pajak, spesifikasi, biaya distribusi, dan kebijakan pemasaran di setiap negara.
Konsumen Indonesia juga perlu menunggu informasi mengenai varian yang akan ditawarkan apabila Mitsubishi nantinya mengumumkan pemasaran model tersebut di Tanah Air.
Mengandalkan Teknologi Penggerak Empat Roda
Salah satu aspek yang disorot dari Pajero terbaru adalah teknologi penggerak dan pengendalian kendaraan. Informasi yang beredar menyebut penggunaan Super-All Wheel Control (S-AWC), Super Select 4WD-II, serta Active Yaw Control (AYC).
Teknologi tersebut berkaitan dengan pengaturan distribusi tenaga dan stabilitas kendaraan dalam berbagai kondisi berkendara. Namun, fungsi serta ketersediaan setiap sistem perlu disesuaikan dengan spesifikasi resmi model dan variannya.
SUV ini juga disebut memiliki tujuh pilihan mode berkendara, yaitu Normal, Eco, Gravel, Snow, Mud, Sand, dan Rock. Mode tersebut dirancang untuk menyesuaikan karakter pengendalian kendaraan dengan kondisi permukaan jalan tertentu.
Untuk penggunaan sehari-hari, fitur-fitur itu perlu dilihat bersama aspek lain, seperti kenyamanan kabin, konsumsi bahan bakar, kemampuan bermanuver, serta kebutuhan perawatan.
Fitur Keselamatan dan Bantuan Pengemudi
Selain teknologi penggerak, Pajero terbaru dikabarkan membawa rangkaian fitur keselamatan aktif Diamond Sense dan sistem bantuan pengemudi MI-PILOT.
Fitur yang disebutkan meliputi Lane Departure Warning untuk memperingatkan pengemudi ketika kendaraan keluar jalur, Lane Keep Assist untuk membantu menjaga posisi kendaraan di jalur, serta Traffic Sign Recognition untuk mengenali rambu lalu lintas.
Ada pula Rear Cross Traffic Brake yang dirancang membantu mengantisipasi potensi tabrakan ketika kendaraan bergerak mundur dan terdapat lalu lintas melintas di belakangnya.
Meski demikian, ketersediaan fitur keselamatan dapat berbeda menurut varian dan pasar. Konsumen perlu memeriksa spesifikasi resmi sebelum menjadikan fitur tersebut sebagai pertimbangan pembelian.
Kapan Masuk Indonesia?
Pertanyaan mengenai jadwal pemasaran di Indonesia masih menjadi hal yang perlu ditunggu. Rencana ekspansi ke sekitar 100 negara mulai tahun fiskal 2027 belum otomatis berarti seluruh negara tersebut akan menerima model yang sama pada waktu bersamaan.
Karena itu, kepastian mengenai kehadiran Pajero terbaru di Indonesia perlu merujuk pada pernyataan resmi Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) atau pengumuman resmi Mitsubishi yang secara khusus menyebut pasar domestik.
Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan membeli SUV, informasi tentang jadwal peluncuran, harga resmi, pilihan varian, dan layanan purnajual di Indonesia menjadi hal penting sebelum mengambil keputusan.
Hingga ada kepastian lebih lanjut, konsumen sebaiknya tidak menganggap harga di Thailand sebagai gambaran harga jual di Indonesia atau menganggap jadwal ekspansi global sebagai konfirmasi peluncuran domestik.







