Polemik Beeru Stevia, BPOM Ambil Sampel untuk Uji Laboratorium usai Doktif Temukan Sukralosa dan Neotam

Ilustrasi Beeru Stevia. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi Beeru Stevia. (Foto: Medcom.id)
banner 468x60

Jakarta, Bintang.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bergerak cepat menelusuri polemik produk pemanis Beeru Stevia yang viral di media sosial.

Produk populer berlabel nol kalori ini diduga kuat mengandung pemanis buatan tambahan yang tidak tercantum dalam daftar komposisi kemasan.

Read More
banner 300x250

Kasus ini bermula dari unggahan influencer kesehatan yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif), di mana berdasarkan uji laboratorium independen yang dibagikannya, produk yang diklaim murni stevia tersebut ternyata terdeteksi mengandung pemanis buatan sukralosa dan neotam dalam jumlah signifikan.

Menanggapi kehebohan publik tersebut, BPOM memastikan proses investigasi dan pengujian laboratorium sedang berjalan untuk memvalidasi keamanan serta kebenaran informasi produk. Langkah proaktif ini diambil regulator guna melindungi konsumen sekaligus memastikan kepatuhan produsen terhadap regulasi pangan yang berlaku di Indonesia.

“Saat ini, BPOM masih melakukan penelusuran untuk pengambilan sampel dan pengujian. Informasinya akan disampaikan setelah hasil uji tersedia,” demikian penjelasan BPOM RI dikutip dari Detik.com, Kamis 29 Oktober 2026.

Dalam dokumen hasil uji laboratorium yang dipublikasikan Doktif, terungkap sejumlah temuan mencengangkan, di antaranya kandungan energi yang mencapai 188,84 kilokalori per 100 gram dengan kadar karbohidrat 47,21 persen. Selain itu, hasil uji mencatat kandungan sukralosa sebesar 101.297,89 mg/L dan neotam sebesar 5.280,99 mg/L.

Angka-angka ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan konsumen, terutama karena kedua pemanis buatan tersebut tidak tertera pada label komposisi produk. Kendati demikian, hasil uji yang diungkap Doktif ini belum menjadi kesimpulan hukum atau resmi dari negara, di mana kepastian mutlak tetap menunggu hasil uji resmi dari laboratorium BPOM.

Menghadapi tekanan publik dan polemik yang membesar, manajemen Beeru Indonesia mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara penjualan produk Beeru Stevia di pasaran.

Pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf terbuka atas keresahan yang dirasakan oleh para konsumen setianya, sembari melakukan investigasi internal secara menyeluruh serta menggandeng mitra manufaktur yang bertanggung jawab atas formulasi dan proses produksi.

“Perlu kami sampaikan bahwa Beeru Stevia diproduksi melalui kerja sama dengan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, dan proses produksi. Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan pihak manufaktur dan melakukan verifikasi lebih lanjut,” tulis manajemen Beeru Indonesia dalam pernyataan resminya, Kamis 29 Oktober 2026.

Editor Qonitah M A
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *