Wamendikdasmen Dorong Internasionalisasi Bahasa Indonesia di Rusia melalui Program BIPA

Bendera merah putih
Bendera merah putih
banner 468x60

Bintang.co.id – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, mendorong penguatan internasionalisasi Bahasa Indonesia di Rusia melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), pertukaran akademisi dan mahasiswa, serta penerjemahan karya sastra.

Hal tersebut disampaikan Atip saat membuka Kongres ke-2 Bahasa Indonesia di HSE University, Rusia. Kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Read More
banner 300x250

Atip mengatakan, Bahasa Indonesia tidak hanya menjadi identitas bangsa, tetapi juga memiliki peran penting sebagai sarana membangun hubungan persahabatan antarbangsa.

“Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa Indonesia, tetapi Bahasa Indonesia juga merupakan jembatan persahabatan bagi masyarakat dunia,” kata Atip.

Ia menjelaskan, Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 bahasa resmi Sidang Umum UNESCO sejak 20 November 2023. Capaian tersebut dinilai menjadi langkah awal untuk memperluas penggunaan Bahasa Indonesia di tingkat global.

Menurutnya, internasionalisasi Bahasa Indonesia perlu diwujudkan melalui penggunaan nyata dalam berbagai bidang, mulai dari forum internasional, pendidikan, publikasi akademik, perdagangan, hingga pariwisata.

“Penginternasionalan Bahasa Indonesia bukan semata-mata upaya memperluas jumlah orang yang mempelajari Bahasa Indonesia, melainkan upaya meningkatkan fungsi, martabat, dan daya guna Bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat global,” ujarnya.

Atip menilai Rusia memiliki posisi strategis dalam upaya tersebut karena didukung tradisi akademik yang kuat dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya. Karena itu, ia mendorong perluasan kerja sama Indonesia dan Rusia untuk memperkuat pengajaran serta penggunaan Bahasa Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Jose Tavares, menyampaikan bahwa Bahasa Indonesia telah diajarkan di Universitas Negeri Moskow sejak akhir 1950-an.

Sementara itu, di HSE University, Bahasa Indonesia menjadi salah satu dari dua bahasa Timur utama yang dipelajari selama lima tahun.

Jose mengatakan KBRI Moskow terus memperluas penggunaan Bahasa Indonesia melalui penguatan pengajaran, pembangunan Rumah Nusantara, kerja sama dengan perguruan tinggi, penyediaan forum ilmiah, serta pengenalan bahasa melalui kegiatan kebudayaan.

KBRI Moskow mencatat, kelas BIPA yang kembali dibuka pada Juli 2025 kini diikuti 149 pelajar. Meski demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan jumlah pengajar dan bahan ajar khusus.

Jose berharap Kongres ke-2 Bahasa Indonesia dapat memperkuat jejaring Indonesianis di Rusia dan Belarus, sekaligus mendorong semakin banyak perguruan tinggi membuka kelas Bahasa Indonesia.

“Sembilan puluh delapan tahun lalu, Bahasa Indonesia menyatukan sebuah bangsa. Hari ini, saya yakin Bahasa Indonesia juga mampu menyatukan hati antarbangsa, termasuk rakyat Indonesia, Rusia, dan Belarus,” ujar Jose.

Editor : Erina Faiha

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *