Dua Atlet Meninggal di Porprov Jateng 2026, Erick Thohir Minta Evaluasi Keselamatan

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir
banner 468x60

Bintang.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan dan keselamatan atlet setelah dua peserta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 meninggal dunia.

Dua atlet tersebut merupakan atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita, dan atlet selam Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja.

Read More
banner 300x250

Ayudiah meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026) setelah menjalani operasi akibat cedera jari yang dialaminya saat bertanding pada Senin, 26 Oktober 2026.

Sementara itu, Syabilla meninggal dunia saat mengikuti perlombaan renang selam perairan terbuka atau open water finswimming nomor 3.000 meter di kawasan Awann Costa, Semarang, Minggu, 25 Oktober 2026.

Menanggapi peristiwa tersebut, Erick menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga kedua atlet yang meninggal dunia saat berjuang mengharumkan nama daerah masing-masing.

“Dua atlet muda kehilangan nyawa dalam satu ajang olahraga. Ini bukan sesuatu yang bisa kita anggap biasa,” kata Erick dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi keduanya dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Erick menegaskan, meninggalnya dua atlet dalam satu penyelenggaraan kompetisi olahraga daerah harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, meskipun kedua peristiwa memiliki kronologi dan kondisi berbeda, kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya penerapan sistem perlindungan atlet secara menyeluruh.

“Kita tentu tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai penyebab kedua kejadian tersebut. Namun, kita juga tidak boleh berhenti pada ucapan belasungkawa,” katanya.

Ia menekankan bahwa keselamatan atlet harus menjadi tanggung jawab seluruh pihak, bukan hanya sebatas aturan tertulis, tetapi juga harus diterapkan dalam setiap tahapan penyelenggaraan kompetisi.

Terkait meninggalnya Ayudiah, Erick mendukung langkah kepolisian dan pihak terkait untuk melakukan pendalaman secara objektif dan transparan. Ia berharap proses pemeriksaan dapat memberikan kejelasan kepada keluarga sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan.

Selain itu, Erick meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, penyelenggara Porprov XVII Jawa Tengah 2026, serta federasi cabang olahraga terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan standar keselamatan dan perlindungan atlet.

Evaluasi tersebut meliputi kesiapan fasilitas dan tenaga medis, prosedur penanganan keadaan darurat, hingga pendampingan bagi atlet yang mengalami cedera dan membutuhkan perawatan lanjutan.

“Keselamatan atlet tidak hanya menjadi tanggung jawab ketika pertandingan berlangsung. Tanggung jawab itu harus mencakup seluruh proses, sejak persiapan, saat bertanding, hingga penanganan cedera dan pemulihan,” kata Erick.

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus memastikan setiap atlet mendapatkan perlindungan dan penanganan yang layak. Hal tersebut penting agar tidak ada celah dalam sistem keselamatan yang berpotensi membahayakan atlet.

Erick juga meminta agar peristiwa meninggalnya Syabilla dan Ayudiah menjadi momentum bagi seluruh penyelenggara kompetisi olahraga di Indonesia untuk meninjau kembali kesiapan serta penerapan standar keselamatan.

Evaluasi tersebut, kata dia, tidak boleh hanya dilakukan pada penyelenggaraan Porprov Jawa Tengah, tetapi juga harus menjadi perhatian bersama dalam meningkatkan perlindungan atlet di seluruh tingkatan kompetisi.

Ia menegaskan, upaya mencetak atlet berprestasi dari berbagai daerah tidak boleh dilakukan dengan mengesampingkan keselamatan mereka. Meninggalnya Syabilla dan Ayudiah menjadi duka bagi dunia olahraga Indonesia sekaligus pengingat pentingnya perbaikan nyata dalam sistem perlindungan atlet.

“Ukuran keberhasilan sebuah kompetisi juga termasuk dalam hal seberapa baik kita menjaga keselamatan setiap atlet yang berjuang di dalamnya,” katanya.

Editor : Erina Faiha

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *