AS–Iran Dikabarkan Dekati Kesepakatan Besar, Selat Hormuz Berpotensi Dibuka Penuh

Salah satu kapal melintas di Selat Hormuz
Salah satu kapal melintas di Selat Hormuz.
banner 468x60

Bintang.co.id – Konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran disebut mulai memasuki fase baru setelah kedua pihak dilaporkan semakin dekat mencapai kesepakatan diplomatik besar. Salah satu poin penting dalam rancangan kesepakatan tersebut adalah pembukaan penuh Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir menjadi pusat ketegangan global.

Dilansir dari laporan Axios yang mengutip pejabat Amerika Serikat, kesepakatan itu juga mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari antara kedua negara.

Read More
banner 300x250

Jika terealisasi, langkah tersebut dinilai menjadi perkembangan diplomatik paling signifikan sejak konflik AS–Iran dan Israel memanas pada Februari 2026 lalu.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan 9 WNI Global Sumud Flotilla Sudah Aman

Dalam draf kesepakatan yang beredar, Iran disebut bersedia membuka kembali Selat Hormuz untuk jalur pelayaran internasional tanpa pungutan tambahan.

Tidak hanya itu, Teheran juga dikabarkan akan membersihkan ranjau yang sebelumnya dipasang di kawasan perairan tersebut.

“Selama periode 60 hari, Selat Hormuz akan dibuka tanpa pungutan biaya dan Iran akan setuju membersihkan ranjau agar kapal dapat melintas secara bebas,” demikian laporan Axios.

Pembukaan jalur tersebut menjadi perhatian dunia karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia.

Sebelumnya, penutupan jalur itu sempat memicu lonjakan harga energi global dan mengganggu rantai pasok internasional.

Trump Sebut Kesepakatan Hampir Final

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberi sinyal positif terkait proses negosiasi tersebut.

Melalui platform Truth Social, Trump menyebut sebagian besar isi kesepakatan telah dinegosiasikan dan tinggal menunggu finalisasi.

“Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain,” tulis Trump.

Ia juga memastikan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi bagian penting dalam pembahasan tersebut.

Negara Timur Tengah Ikut Terlibat

Laporan itu juga menyebut sejumlah negara Timur Tengah turut dilibatkan dalam komunikasi diplomatik.

Beberapa negara yang disebut ikut dalam pembahasan antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, dan Bahrain.

Trump juga mengaku telah melakukan komunikasi terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait perkembangan negosiasi tersebut.

Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi mengenai isi lengkap rancangan kesepakatan tersebut.

Namun jika benar tercapai, kesepakatan ini dinilai dapat mengubah arah konflik Timur Tengah sekaligus meredakan tekanan ekonomi global akibat gejolak energi.

Editor AF Setiawan
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *