Bantu Padamkan Karhutla, 3 Artis Perempuan Ini Terjun Langsung ke Lapangan

3 Artis Perempuan Bantu Padamkan Karhutla
3 Artis Perempuan Bantu Padamkan Karhutla
banner 468x60

Bintang.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mendorong sejumlah artis perempuan turun langsung membantu penanganan di lapangan. Zaskia Adya Mecca, Riyuka Bunga, dan Sherina Munaf turut terlibat dalam upaya pemadaman api maupun penyaluran bantuan bagi masyarakat dan relawan terdampak.

Aksi mereka menjadi sorotan di tengah ancaman kebakaran lahan gambut yang menyulitkan proses pemadaman. Selain membantu memadamkan api, mereka juga menyoroti kondisi lapangan serta kebutuhan warga yang terdampak kabut asap.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu, 21 Oktober 2026, luas lahan yang terbakar di berbagai wilayah tercatat sekitar 1.481 hektare. Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah terdampak dengan luas kebakaran lebih dari 321 hektare.

Zaskia Adya Mecca Bantu Padamkan Api di Lahan Gambut

Zaskia Adya Mecca terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah bersama Rangkul Foundation dan Kita Bisa. Hingga Kamis, 22 Oktober 2026, ia masih berada di lokasi untuk membantu penanganan kebakaran sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Melalui unggahan di media sosial, Zaskia menceritakan sulitnya memadamkan api di lahan gambut. Bara yang masih menyala di bawah permukaan tanah membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan secara hati-hati.

“Alhamdulillah dapat kesempatan hari ini partisipasi memadamkan lahan gambut yang terbakar, berat banget taunya,” ungkap Zaskia.

Ia menjelaskan, satu titik api perlu disiram secara konsisten dan dipastikan benar-benar padam. Pasalnya, bara api yang berada di bawah permukaan tanah masih berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Jadi, madamin satu titik harus ditungguin minimal 2 menit. Selang jangan digoyang-goyangin karena bawahnya masih kebakar cukup dalam,” jelasnya.

Selain membantu pemadaman, Zaskia juga menyalurkan bantuan medis ke Desa Kanarakan, wilayah yang memiliki keterbatasan akses komunikasi dan layanan kesehatan. Ia bersama tim menempuh perjalanan menggunakan sampan sejak pagi untuk menjangkau masyarakat setempat.

Menurut Zaskia, terdapat lebih dari 100 kepala keluarga di wilayah tersebut. Ia menyebut warga sempat menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan, sementara akses menuju layanan pengobatan terdekat membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

“Ada 100 lebih KK, tadinya pun Puskesmas sempat kosong enggak ada nakes, pengobatan terdekat tiga jam. Kita bawa bantuan obat-obatan dari teman-teman semua ya,” tuturnya.

Ia mengatakan, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan menentukan bentuk bantuan lanjutan yang dapat diberikan.

Riyuka Bunga Soroti Kondisi Kebakaran dari Dekat

Komedian Riyuka Bunga turut membantu penanganan karhutla dengan mendistribusikan logistik makanan bagi para relawan di Palangka Raya.

Melalui pengamatannya di lapangan, Riyuka menyoroti kondisi kebakaran yang menurutnya tidak selalu terlihat dari permukaan. Ia mengingatkan bahwa kawasan yang tampak hijau dari luar belum tentu terbebas dari kebakaran di bagian dalam lahan.

“Mungkin pemerintah bilang ya, ini enggak apa-apa kok baik-baik aja. Iya luarnya pak, dalemnya kita enggak tau ya pak. Bapak harus ke dalem kayaknya deh,” ujarnya.

Ia juga memperlihatkan kondisi lahan yang masih tampak hijau di permukaan, tetapi telah terbakar di bagian dalam.

“Ya benar banget, coba bapak lebih dalem lagi lihatnya, biar bapak tau bahwa kita tidak baik-baik saja. Ini memang sampah luar masih hijau ya… Tapi kalau lu masuk ke dalam… Nah, ini sampai ke sana-sananya tuh, sudah terbakar. Masih hijau ya. Jadi dalamnya dulu yang hancur justru,” katanya.

Pada Kamis, 22 Oktober 2026, Riyuka kembali mengabarkan kondisi udara di Palangka Raya yang memburuk akibat kabut asap. Ia menyebut langit kembali terlihat kekuningan dan asap semakin pekat, disertai informasi mengenai kemunculan titik api baru.

Sherina Munaf Hadapi Medan Sulit saat Padamkan Karhutla

Sebelumnya, Sherina Munaf juga turun langsung membantu pemadaman kebakaran lahan gambut di kawasan belakang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya pada awal September 2026. Saat itu, ia bergabung bersama tim Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Sherina menggambarkan medan pemadaman yang sulit karena banyak batang kayu di atas lahan gambut yang masih menyimpan panas dan bara api. Kondisi tersebut membuat tim harus berhati-hati saat bergerak di area kebakaran.

“Jujur buat aku ini adalah terrain yang lebih challenging lagi, karena banyak sekali batang-batang kayu yang di atas gambut yang sangat panas,” tutur Sherina.

Ia mengatakan, setiap langkah di area tersebut harus dilakukan dengan cermat karena bara api masih aktif. Tim perlu mendinginkan bagian lahan yang akan dilalui sebelum melanjutkan proses pemadaman.

“Jadi setiap kali kami melangkah ke depan, kami harus mendinginkan dulu karena masih sangat aktif baranya. Lebih panas lagi,” ungkapnya.

Keterlibatan Zaskia Adya Mecca, Riyuka Bunga, dan Sherina Munaf menunjukkan berbagai bentuk dukungan terhadap penanganan karhutla, mulai dari membantu pemadaman, memasok kebutuhan relawan, hingga menyalurkan bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Editor : Erina Faiha

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *