Jakarta, Bintang.co.id – Setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil bangkit pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 67,10 poin atau 1,10 persen ke level 6.162,04.
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak cukup fluktuatif dengan level tertinggi di 6.171,97 dan sempat menyentuh level terendah di 5.966,86.
Penguatan IHSG kali ini ditopang dominasi saham-saham sektor energi, industri, hingga transportasi.
Baca Juga: IHSG Terjun Bebas ke Level 6.094, Bursa Asia Malah Menguat
Sebanyak 466 saham berhasil menguat, sementara 271 saham melemah dan 222 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup tinggi. Nilai transaksi saham mencapai Rp21,54 triliun dengan volume perdagangan 37,88 miliar saham serta frekuensi transaksi sebanyak 1,94 juta kali.
Sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp10.634 triliun.
Secara sektoral, saham basic industry menjadi pemimpin penguatan setelah melonjak hingga 6,85 persen.
Disusul sektor energi yang naik 4,84 persen serta consumer cyclical yang menguat 2,58 persen.
Selain itu, sektor industri dan transportasi juga ikut mengangkat pergerakan IHSG pada akhir pekan ini.
Di sisi lain, sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang masih berada di zona merah dengan pelemahan 0,28 persen.
Dari jajaran top gainers, saham PT Dafam Property Indonesia Tbk. (DFAM) melonjak 28,44 persen ke level 140.
Sementara saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk. (PBSA) dan PT Citra Tubindo Tbk. (CTBN) masing-masing naik 25 persen.
Penguatan besar juga terjadi pada saham PT Tunas Alfin Tbk. (TALF) serta PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA).
Investor Mulai Kembali Masuk Pasar
Penguatan IHSG pada akhir pekan ini menjadi sinyal mulai kembalinya optimisme investor ke pasar saham domestik.
Sebelumnya, IHSG sempat mengalami tekanan tajam akibat kombinasi sentimen global, pelemahan rupiah, hingga tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Meski begitu, pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan suku bunga dunia yang dapat memengaruhi pergerakan pasar keuangan dalam beberapa waktu ke depan.
Tabel Ringkasan Perdagangan IHSG
| Indikator | Data |
|---|---|
| Penutupan IHSG | 6.162,04 (+1,10%) |
| Level Tertinggi | 6.171,97 |
| Level Terendah | 5.966,86 |
| Nilai Transaksi | Rp21,54 Triliun |
| Volume Saham | 37,88 Miliar Saham |
| Saham Menguat | 466 Saham |
| Saham Melemah | 271 Saham |








