IHSG Ditutup Menguat Tipis, Sentimen MSCI Masih Bayangi Pergerakan Pasar

Aktivitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia
Aktivitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. (Foto Ilustrasi/DJP)
banner 468x60

Jakarta, Bintang.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan Jumat, 19 Juni 2026 di zona hijau. Meski demikian, penguatan yang terjadi relatif terbatas karena pasar masih dibayangi sentimen negatif dari tinjauan aksesibilitas pasar oleh MSCI dan pelemahan mayoritas bursa saham Asia.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 4,80 poin atau 0,078 persen ke level 6.177,14.

Read More
banner 300x250

Pergerakan pasar sepanjang hari berlangsung cukup berimbang. Sebanyak 332 saham menguat, sementara 342 saham melemah dan 141 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai. Total volume transaksi mencapai 31,5 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp25,4 triliun.

Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat tujuh indeks sektoral berhasil mencatatkan kenaikan.

Sektor infrastruktur menjadi penyumbang penguatan terbesar setelah naik 1,61 persen. Disusul sektor kesehatan yang menguat 1,52 persen dan sektor consumer non-cyclicals yang naik 1,09 persen.

Di jajaran saham unggulan, sejumlah emiten masuk dalam daftar top gainers LQ45. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin penguatan dengan kenaikan 3,70 persen ke level Rp6.300 per saham.

Selain itu, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 2,40 persen menjadi Rp2.930, sementara PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga menguat 2,40 persen ke level Rp1.705 per saham.

Di sisi lain, beberapa saham unggulan justru menjadi pemberat pasar. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 7,19 persen ke level Rp2.580 per saham.

Pelemahan juga terjadi pada saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang terkoreksi 6,53 persen menjadi Rp372, serta PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang melemah 5,31 persen ke level Rp1.515 per saham.

Meski berhasil ditutup di zona hijau, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen eksternal, termasuk hasil evaluasi MSCI terhadap aksesibilitas pasar modal Indonesia yang berpotensi memengaruhi arus investasi asing ke depan.

Editor AF Setiawan
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *