Bintang.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Meski begitu, nilai tukar rupiah justru berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 52,18 poin atau 0,82 persen ke level 6.318,50 pada sesi perdagangan II.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan level tertinggi di 6.459,56 dan sempat menyentuh posisi terendah di 6.215,56.
Tekanan jual masih mendominasi pasar saham domestik. Tercatat hanya 217 saham yang berhasil menguat, sementara 510 saham melemah dan 232 saham lainnya stagnan.
Baca Juga: IHSG Anjlok 3,46 Persen, Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS
Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup tinggi. Nilai transaksi mencapai Rp21,67 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 40,35 miliar lembar saham dan frekuensi lebih dari 2,4 juta kali transaksi.
Di tengah pelemahan pasar saham, rupiah justru menunjukkan penguatan terhadap dolar AS.
Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.653,5 per dolar AS. Posisi tersebut menguat sekitar 52 poin atau 0,29 persen dibanding perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.705,5 per dolar AS.
Penguatan rupiah ini menjadi sentimen positif di tengah volatilitas pasar keuangan domestik. Mayoritas indeks sektoral berada di zona merah. Sektor basic industry menjadi yang paling tertekan setelah anjlok hingga 5,75 persen.
Selain itu, sektor energi, transportasi, teknologi, kesehatan, hingga properti juga mengalami pelemahan.
Sementara itu, hanya sektor keuangan dan infrastruktur yang berhasil bertahan di zona hijau.
Top Gainers dan Top Losers

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham masih berhasil mencatat penguatan signifikan. Saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) memimpin top gainers setelah naik 29,33 persen ke level Rp194.
Disusul PT Super Energy Tbk (SURE) yang melonjak 24,89 persen dan PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) yang naik 24,81 persen.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Berbalik Naik, UBS Melonjak Rp57 Ribu
Sementara itu, saham PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) menjadi top losers setelah turun 15 persen.
Diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang melemah 14,74 persen dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang turun 14,67 persen.
Investor Masih Waspadai Sentimen Global
Pergerakan IHSG saat ini masih dipengaruhi sentimen global, mulai dari arah suku bunga Amerika Serikat hingga ketegangan geopolitik yang memicu volatilitas pasar.
Investor juga masih mencermati pergerakan rupiah serta arus dana asing di pasar domestik.








