Tiba-Tiba Cium Wangi Melati? Ini Penjelasan Medisnya

Ilustrasi Wangi Bunga Melati . (Foto_Magnific)
Ilustrasi Wangi Bunga Melati . (Foto_Magnific)
banner 468x60

Bintang.co.id – Pernah berjalan sendirian pada malam hari, apalagi saat gerimis, lalu tiba-tiba mencium wangi melati, parfum, atau aroma tertentu tanpa mengetahui sumbernya? Pengalaman seperti ini kerap memunculkan berbagai cerita di masyarakat.

Dalam kepercayaan sebagian masyarakat Jawa, aroma melati yang muncul secara tiba-tiba sering dikaitkan dengan kehadiran makhluk halus.

Read More
banner 300x250

Namun, dunia medis memiliki penjelasan berbeda. Jika seseorang mencium aroma yang sebenarnya tidak berasal dari lingkungan sekitar, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan phantosmia, yaitu gangguan penciuman yang membuat seseorang merasakan bau yang tidak ada.

Apa Itu Phantosmia?

Mayo Clinic menjelaskan bahwa phantosmia merupakan kondisi ketika seseorang mendeteksi aroma yang sebenarnya tidak ada di lingkungan. Jenis aromanya bisa berbeda pada setiap orang, mulai dari bau yang menyenangkan hingga aroma yang tidak sedap.

Artinya, seseorang bisa saja mencium aroma bunga, parfum, asap, atau bau lain meski tidak menemukan sumber aroma tersebut.

Cleveland Clinic juga memasukkan phantosmia sebagai salah satu gangguan penciuman. Kondisi ini membuat seseorang mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada di sekitarnya.

Karena itu, pengalaman mencium wangi melati secara tiba-tiba tidak bisa langsung dianggap sebagai tanda kehadiran makhluk halus.

Kenapa Wangi Melati Sering Dikaitkan dengan Hal Mistis?

Kepercayaan tersebut tidak muncul tanpa latar budaya. Melati memiliki posisi penting dalam sejumlah tradisi masyarakat Indonesia, termasuk budaya Jawa.

Warna putih dan aroma melati yang khas sering dikaitkan dengan kesucian serta digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan ritual. Hubungan tersebut kemudian memperkuat simbol melati dalam kehidupan spiritual masyarakat.

Selain tradisi, budaya populer juga ikut membentuk persepsi masyarakat. Film horor Indonesia yang menampilkan aroma melati dalam adegan mistis turut memperkuat kesan bahwa wangi tersebut berkaitan dengan dunia gaib.

Namun, hubungan budaya dan kepercayaan tersebut berbeda dari penjelasan medis mengenai phantosmia.

Apa Penyebab Seseorang Mengalami Phantosmia?

Phantosmia dapat muncul karena berbagai faktor. Mayo Clinic menyebut infeksi saluran pernapasan, peradangan sinus, cedera kepala, kejang lobus temporal, obat tertentu, penuaan, Parkinson, hingga tumor otak sebagai beberapa kemungkinan penyebab.

Cleveland Clinic juga mencatat sejumlah penyebab gangguan penciuman, antara lain infeksi sinus, polip hidung, cedera otak, penyakit Parkinson, obat-obatan, serta beberapa kondisi lain yang memengaruhi sistem penciuman.

Meski begitu, mencium aroma yang tidak ada tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit serius. Penyebabnya bisa beragam sehingga tenaga kesehatan perlu melihat gejala dan kondisi setiap orang secara menyeluruh.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Phantosmia pada sebagian orang dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, seseorang sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika gangguan penciuman muncul berulang, berlangsung terus-menerus, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dokter dapat menelusuri kemungkinan penyebab melalui riwayat kesehatan, pemeriksaan hidung dan saluran pernapasan, serta pemeriksaan lain jika memang diperlukan.

Jadi, jika tiba-tiba mencium wangi melati saat berjalan malam dan tidak menemukan sumbernya, pengalaman tersebut tidak otomatis berarti ada makhluk halus di sekitar Anda.

Dalam sudut pandang medis, phantosmia menjadi salah satu kemungkinan penjelasan. Sementara itu, makna aroma melati dalam budaya tetap menjadi bagian dari kepercayaan dan tradisi masyarakat yang berbeda dengan penjelasan ilmiah.

Editor Rita Darmayanti
Artikel ini ditulis oleh /[ Naila Zhafira], peserta program magang di Bantentv.com. Konten telah melalui proses penyuntingan oleh tim redaksi.
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *