TikTok dan Tokopedia Tegaskan Tak Ada PHK Massal di Indonesia

TikTok dan Tokopedia Group bantah isu PHK massal
TikTok dan Tokopedia Group bantah isu PHK massal. (Foto: Ilustrasi)
banner 468x60

Jakarta, Bintang.co.id – Isu dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di lingkungan TikTok dan Tokopedia Group belakangan ramai diperbincangkan. Menanggapi kabar tersebut, manajemen memastikan tidak ada PHK massal terhadap karyawan di Indonesia.

Penegasan itu disampaikan usai perwakilan TikTok dan Tokopedia Group menghadiri rapat bersama DPR RI dan Kementerian Ketenagakerjaan pada Senin, 6 Juli 2026.

President Director PT Tokopedia, Stephanie Susilo, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini tengah menjalankan program internal mobility atau penataan organisasi.

Program tersebut bertujuan menyesuaikan kebutuhan bisnis tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja secara massal.

“Tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group,” kata Stephanie.

Stephanie belum mengungkapkan jumlah karyawan yang mengikuti proses penataan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan perusahaan berbeda dengan PHK massal yang sempat ramai diberitakan.

Menurutnya, dalam program penataan organisasi itu terdapat sejumlah karyawan yang secara sukarela memilih menerima paket kompensasi dan melanjutkan karier di perusahaan lain.

Selain itu, sebagian pekerja juga dialihkan ke perusahaan lain yang masih berada dalam ekosistem bisnis TikTok dan Tokopedia.

“Dalam program penataan ini memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempat lain, atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas isu PHK massal yang sebelumnya beredar di publik setelah muncul kabar adanya restrukturisasi di lingkungan TikTok dan Tokopedia Group.

Editor AF Setiawan
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *