Kuliner Yogyakarta yang Lagi Viral, Pethel Bakar Punya Aroma Asap yang Bikin Lapar

Pethel akar iga sapi jumbo khas Yogyakarta
Pethel akar iga sapi jumbo khas Yogyakarta. (Foto: Instagram/@pakkajipapat)
banner 468x60

Yogyakarta, Bintang.co.id – Yogyakarta tidak pernah kehabisan cara memanjakan lidah para pencinta kuliner. Selain gudeg dan sate klathak, belakangan muncul satu menu yang sukses mencuri perhatian, yakni pethel bakar.

Hidangan berbahan dasar iga sapi ini ramai diperbincangkan di media sosial karena tampilannya yang menggoda.

Read More
banner 300x250

Potongan iga berukuran besar dibakar hingga mengeluarkan aroma asap yang khas, sementara dagingnya tetap empuk dan bumbu meresap hingga ke seratnya.

Tak sedikit wisatawan yang memasukkan pethel bakar ke dalam daftar kuliner wajib saat berkunjung ke Kota Gudeg.

Cita rasa manis, gurih, dengan sentuhan asap dari proses pembakaran membuat menu ini sulit dilupakan.

Pethel bakar merupakan olahan iga sapi yang dipanggang dalam kondisi masih menempel pada tulangnya. Nama “pethel” berasal dari bahasa Jawa yang merujuk pada kapak kecil atau beliung.

Sebutan tersebut muncul karena bentuk potongan iga yang besar dianggap menyerupai kepala kapak. Keunikan inilah yang membuat pethel bakar mudah dikenali sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta kuliner.

Meski sajian iga bakar sudah lama dikenal di Indonesia, konsep pethel bakar berkembang di Yogyakarta melalui sejumlah rumah makan yang menyajikan iga sapi berukuran jumbo dengan racikan bumbu khas Jawa.

Perpaduan kecap manis, rempah-rempah, dan teknik pembakaran menggunakan bara api menghasilkan aroma smokey yang menjadi ciri khas hidangan ini.

Popularitasnya pun terus meningkat berkat banyaknya ulasan di media sosial dan platform berbagi video kuliner asal Yogyakarta tersebut.

Bagi yang ingin menikmati sensasi pethel bakar tanpa harus pergi ke Yogyakarta, menu ini ternyata cukup mudah dibuat di rumah.

Resep Pethel Bakar Ala Rumahan

Bahan-bahan

  • 1 kilogram iga sapi
  • 8 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri
  • 2 cm jahe
  • 2 cm kunyit
  • 1 sendok makan ketumbar
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan saus tiram
  • 1 sendok teh lada bubuk
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • Air secukupnya
  • Margarin untuk olesan

Cara Membuat

Rebus iga sapi hingga teksturnya empuk, kemudian tiriskan. Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, kunyit, dan ketumbar. Tumis bumbu hingga harum, lalu masukkan daun salam dan serai.

Tambahkan kecap manis, saus tiram, garam, gula, serta sedikit air. Aduk hingga bumbu tercampur rata.

Masukkan iga sapi ke dalam tumisan bumbu. Masak beberapa saat hingga seluruh permukaan iga terbalut bumbu dan rasanya meresap.

Selanjutnya, bakar iga di atas bara arang atau teflon sambil sesekali dioles margarin dan sisa bumbu hingga permukaannya kecokelatan dan mengeluarkan aroma harum.

Pethel bakar siap disajikan bersama nasi hangat, sambal, dan lalapan segar.

Tips Agar Pethel Bakar Lebih Nikmat

Agar hasilnya maksimal, pilih iga sapi yang masih memiliki sedikit lapisan lemak karena akan membuat tekstur daging tetap juicy setelah dibakar.

Rebus iga menggunakan api kecil hingga benar-benar empuk agar tidak alot saat disantap.

Sebelum dibakar, diamkan iga di dalam bumbu setidaknya 30 menit supaya cita rasanya semakin meresap.

Jika memungkinkan, gunakan bara arang karena mampu menghasilkan aroma asap yang lebih autentik dibandingkan menggunakan teflon.

Selama proses pembakaran, oleskan sisa bumbu beberapa kali agar permukaan iga menjadi lebih mengilap, berkaramel, dan kaya rasa.

Untuk pelengkap, sajikan bersama sambal bawang atau sambal matah agar sensasi gurih pethel bakar semakin seimbang dengan rasa pedas yang segar.

Pethel bakar menjadi bukti bahwa olahan iga sapi dapat diangkat menjadi sajian modern tanpa meninggalkan cita rasa tradisional.

Dengan bahan yang mudah ditemukan dan langkah memasak yang sederhana, hidangan khas Yogyakarta ini bisa menjadi menu spesial untuk keluarga maupun inspirasi usaha kuliner rumahan.

Editor AF Setiawan
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *