Banten-DKI Sepakat Tangani Banjir dan Sampah

Gubernur Banten Andra Soni bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membahas kolaborasi penanganan banjir dan pengelolaan sampah di kawasan Tangerang Raya
Gubernur Banten Andra Soni bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membahas kolaborasi penanganan banjir dan pengelolaan sampah di kawasan Tangerang Raya. (Foto: Pemprov Banten)
banner 468x60

Jakarta, Bintang.co.id – Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepakat memperkuat kolaborasi dalam penanganan banjir dan pengelolaan sampah di wilayah aglomerasi Tangerang Raya dan Jakarta.

Kesepakatan itu mengemuka saat Gubernur Banten Andra Soni bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.

Read More
banner 300x250

Dalam pertemuan tersebut, Andra Soni menegaskan bahwa persoalan banjir di wilayah Tangerang Raya tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Pemprov Banten. Menurutnya, diperlukan kerja sama lintas daerah karena wilayah Banten dan Jakarta saling terhubung.

“Banten dan DKI Jakarta itu sejatinya saling membutuhkan. Oleh karena itu, kolaborasi ini harus terus kita perkuat,” ujar Andra.

Baca Juga: Andra Soni Pastikan DOB Cilangkahan Terus Diperjuangkan

Salah satu langkah yang disepakati yakni pembangunan sejumlah tandon air sebagai upaya pengendalian banjir di kawasan perbatasan.

Selain berfungsi menampung debit air hujan, tandon tersebut nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai sumber air baku bagi masyarakat.

“Melalui tandon-tandon itu, air bakunya nanti bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Selain penanganan banjir, pengelolaan sampah juga menjadi fokus pembahasan kedua pemerintah daerah.

Wilayah Tangerang Raya disebut akan memperkuat pengelolaan sampah mandiri melalui pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik atau pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) sesuai arahan pemerintah pusat.

Sementara sampah organik akan diolah menjadi produk bernilai ekonomis dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menambahkan, pertemuan tersebut juga membahas pemanfaatan aset lahan milik Pemprov DKI Jakarta di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, lahan tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk kawasan pertanian, permukiman, dan pembangunan tandon pengendali banjir.

“Sebab dari total lahan yang ada, baru 1,4 hektare yang digunakan untuk Lapas. Sisanya akan dimanfaatkan untuk pertanian, tandon, dan permukiman,” ujar Maesyal.

Ia menjelaskan, sekitar 38 hektare lahan akan digunakan untuk sektor pertanian dan tandon air, sedangkan 47 hektare lainnya direncanakan menjadi kawasan permukiman.

Kolaborasi antara Banten dan DKI Jakarta itu diharapkan menjadi langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan banjir dan sampah yang selama ini kerap terjadi di kawasan penyangga ibu kota.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *