BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat di Tengah El Niño Kuat

Ilustrasi - Citra satelit cuaca
Ilustrasi - Citra satelit cuaca. (Foto: Ilustrasi/BMKG)
banner 468x60

Jakarta, Bintang.co.id – Sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan masih mengalami curah hujan rendah hingga menengah pada dasarian III Oktober hingga dasarian II November 2026. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang akibat dinamika atmosfer regional dan lokal.

Prakiraan tersebut menunjukkan curah hujan berkisar 0–150 milimeter per dasarian di sebagian besar wilayah Indonesia.

Read More
banner 300x250

Sejumlah wilayah yang berpeluang mengalami kondisi relatif kering meliputi sebagian Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Selatan.

Kondisi relatif kering itu dipengaruhi fenomena El Niño sangat kuat dan Dipole Mode Index (DMI) positif yang secara umum cenderung mengurangi aktivitas konvektif di Indonesia.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menutup kemungkinan terjadinya hujan signifikan dalam skala harian.

BMKG memprakirakan dinamika atmosfer sepekan ke depan masih ditandai aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di sejumlah wilayah perairan dan daratan.

Aktivitas tersebut antara lain terpantau berpotensi berlangsung di Samudra Hindia barat Aceh dan Kepulauan Nias, perairan sekitar Aceh, Selat Malaka bagian utara dan tengah, Perairan Tamiang–Langsa, serta Samudra Pasifik utara Papua.

Selain itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di Laut Natuna Utara. Sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh dan Samudra Pasifik utara Papua juga berpotensi memengaruhi pola angin regional.

Pertemuan dan perlambatan angin yang berpotensi terbentuk di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua dapat mendukung pemusatan massa udara serta pertumbuhan awan hujan.

Kondisi atmosfer yang cukup labil di sebagian Sumatera bagian utara hingga tengah, Jawa, Kalimantan, dan Papua turut mendukung proses konveksi.

Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam prakiraan cuaca periode 23–25 Oktober 2026, BMKG meminta masyarakat mewaspadai peningkatan hujan sedang di Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Untuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Utara.

Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Pada periode 26–29 Oktober 2026, potensi peningkatan hujan sedang diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Adapun wilayah kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Riau, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di Aceh, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Kekeringan

Di tengah kondisi kemarau yang masih dominan, masyarakat diimbau mengantisipasi dampak cuaca panas dan udara yang lebih kering.

Penggunaan tabir surya serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, diperlukan untuk mengurangi risiko paparan sinar matahari, dehidrasi, dan kelelahan.

Masyarakat dan pemerintah daerah juga diminta menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembakaran sampah maupun pembukaan lahan secara sembarangan perlu dihindari, terutama di kawasan rawan terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan.

BMKG juga mengingatkan bahwa hujan lokal yang disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi meskipun musim kemarau masih dominan. Potensi genangan, longsoran material, dan sambaran petir perlu menjadi perhatian masyarakat serta pemangku kepentingan.

Masyarakat dapat memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui situs resmi BMKG di www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial @infobmkg.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *