Bintang.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Tekanan besar terjadi hampir di seluruh sektor saham seiring pelemahan rupiah yang kembali mendekati level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 228,56 poin atau 3,46 persen ke level 6.370,68.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di level tertinggi 6.635,12 dan sempat menyentuh posisi terendah di 6.323,26.
Tekanan jual terjadi hampir merata di pasar saham. Sebanyak 612 saham tercatat melemah, sementara hanya 112 saham yang berhasil menguat dan 94 saham lainnya stagnan.
Indeks unggulan seperti LQ45, IDX30, hingga Jakarta Islamic Index (JII) juga kompak ditutup di zona merah. Indeks JII bahkan mengalami tekanan paling dalam dengan penurunan mencapai 4,31 persen.
Di tengah tekanan pasar saham, nilai tukar rupiah juga kembali melemah. Posisi dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.706.
Pelemahan rupiah dinilai turut menambah kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar keuangan domestik.
Seluruh sektor saham mayoritas berada di zona merah. Sektor energi menjadi yang paling terpuruk setelah turun 6,94 persen.
Selain itu, sektor bahan baku juga ambles 7,3 persen, disusul sektor transportasi yang turun 6,5 persen. Sementara sektor industri melemah 4,54 persen dan infrastruktur turun 4,13 persen.
Di tengah tekanan besar tersebut, hanya sektor kesehatan yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,55 persen.
Meski IHSG anjlok, aktivitas perdagangan saham terpantau cukup ramai. Total frekuensi perdagangan mencapai 2,8 juta kali dengan volume transaksi sebanyak 46,1 miliar saham. Sedangkan nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp25,8 triliun.
Saham Top Gainers dan Losers
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih berhasil mencatat penguatan. Saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) menjadi top gainers setelah melonjak 33,93 persen ke level Rp150.
Disusul PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) yang naik 24,48 persen dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang menguat 15,42 persen.
Sementara itu, saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DANG) memimpin top losers dengan penurunan 15 persen.
Diikuti PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) yang sama-sama terkoreksi hampir 15 persen.








