IHSG Dibuka Melemah ke 6.175, Investor Cermati Pengganti Gubernur BI

Ilustrasi ihsg turun di sesi I perdagangan
Ilustrasi ihsg turun di sesi I perdagangan.
banner 468x60

Jakarta, Bintang.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. Pada awal sesi, IHSG berada di level 6.175,20, turun dari posisi penutupan sehari sebelumnya di 6.185,78.

Meski dibuka di zona merah, IHSG sempat bergerak fluktuatif dengan menyentuh level tertinggi 6.199,44 dan terendah 6.169,28 pada perdagangan pagi.

Read More
banner 300x250

Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 268 saham menguat, 208 saham melemah, dan 489 saham bergerak stagnan.

Sementara itu, frekuensi transaksi hingga pagi mencapai 108,4 ribu kali dengan nilai transaksi sekitar Rp621,2 miliar. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp10,83 triliun.

Dari sisi sektoral, empat sektor berhasil mencatatkan penguatan. Sektor transportasi memimpin kenaikan sebesar 0,26 persen, diikuti sektor konsumen nonprimer yang naik 0,18 persen, properti menguat 0,14 persen, serta industri naik tipis 0,01 persen.

Di sisi lain, tujuh sektor berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor konsumen primer yang turun 0,54 persen, disusul infrastruktur melemah 0,33 persen, energi turun 0,19 persen, bahan baku terkoreksi 0,17 persen, keuangan turun 0,11 persen, teknologi melemah 0,09 persen, dan kesehatan turun 0,06 persen.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, mengatakan pelemahan IHSG pada perdagangan sebelumnya dipengaruhi oleh kabar mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia.

Meski demikian, menurutnya secara teknikal IHSG masih sempat menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan intraday sehingga pelemahan di akhir sesi relatif terbatas.

“Yang menjadi perhatian investor terkait siapa pengganti definitif dari pejabat Gubernur BI, apakah dari profesional atau tidak. Ini akan menjadi pertimbangan investor dalam melakukan investasinya,” ujar Hari dalam sesi IPOT Live.

Menurut IPOT, terdapat tiga faktor utama yang menjadi perhatian pelaku pasar, yakni ketidakpastian arah kebijakan moneter, potensi berkurangnya independensi Bank Indonesia, serta risiko meningkatnya volatilitas nilai tukar rupiah dan pasar modal.

Berdasarkan data IPOT, saham yang masuk top gainers pada perdagangan pagi ini adalah SKLT, VOKS, dan DOOH. Sementara itu, deretan top losers ditempati oleh POLI, DNET, dan KLIN.

Editor AF Setiawan
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *