Jakarta, Bintang.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau di level 4.998,34 atau naik 1,60 persen pada pembukaan perdagangan Kamis 5 November 2026.
IHSG hari ini melonjak naik dibandingkan penutupan hari sebelumnya di posisi 4.919,77, pagi ini kenaikan hingga di atas 2,5 persen dan kembali ke level 5.000an.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 542 saham tercatat menguat, 131 saham melemah, dan 290 saham bergerak stagnan.
Aktivitas transaksi di awal sesi mencatatkan volume perdagangan sebanyak 1,27 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp2,63 triliun.
Berdasarkan data Stockbit, nilai tukar rupiah melemah 27,10 poin atau 0,15 persen ke level Rp 18.138 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp18.110,90 per dolar AS.
Penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, sektor telekomunikasi, hingga emiten pertambangan.
Dari sisi kontribusi terhadap indeks, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesar dengan sumbangan 18,16 poin.
Selanjutnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berkontribusi sebesar 14,24 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 13,75 poin, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 11,63 poin, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 6,93 poin.
Selain AMMN, sejumlah saham perusahaan konglomerasi berkapitalisasi besar yang terkait dengan sektor pertambangan emas dan tembaga turut menopang penguatan IHSG.
Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memberikan kontribusi sebesar 6,93 poin, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar 5,72 poin, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 4,59 poin.







