Ini Alasan Dibalik Tokoh-Tokoh Besar Sepakat Perlambat Perkembangan AI

Ilustrasi AI (Foto: LinkedIn)
Ilustrasi AI (Foto: LinkedIn)
banner 468x60

Bintang.co.id – Sejumlah tokoh besar dari perusahaan teknologi akhir-akhir ini ramai menyerukan untuk memperlambat perkembangan kecerdasan buatan (AI) sementara waktu.

Seperti yang dilakukan oleh kedua bos besar teknologi yakni CEO OpenAI Sam Altman dan pemilik SpaceX Elon Musk. Sebagai pendiri perusahaan teknologi, mereka mendukung pernyataan CEO Anthropic Dario Amodei yang memperingatkan bahwa tanpa perlambatan, sekumpulan sistem AI akan berpotensi menguasai seluruh jaringan internet dalam kurun waktu satu tahun.

Read More
banner 300x250

Baca Juga: Dunia Makin Terhubung, Prabowo Dorong Penguasaan Sains dan Teknologi

Dalam sebuah cuitan di X, Musk menyebut pernyataan Amodei soal AI benar. Bahkan, ia juga mengingatkan kembali bahwa dirinya sudah lama menyuarakan bahaya AI.

“Saya sudah lama memperingatkan soal kecerdasan buatan,” kata Musk dalam cuitannya.

Hal yang sama disampaikan oleh Altman. Dilansir dari CNN, dirinya juga menyetujui pernyataan Amodei terkait perlunya mengatur laju perkembangan AI yang sudah cukup masif saat ini.

“Saya setuju dengan Dario bahwa kita perlu mengatur laju perkembangan di bidang ini. Ini telah menjadi topik utama diskusi yang kami lakukan di OpenAI dalam beberapa pekan terakhir,” kata Altman.

Selain itu, OpenAI juga akan berencana mengadopsi gagasan yang diusulkan oleh Anthropic dengan berkomitmen untuk melibatkan penilai independen yang memiliki akses layaknya karyawan. Altman juga telah memperingatkan tentang risiko-risiko tersebut jauh sebelum masifnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) seperti saat ini.

Merujuk pada esai tahun 2015 yang berjudul “Machine Intelligence, Bagian 1”, ia mengatakan bahwa pengembangan kecerdasan mesin ini bisa melampaui kemampuan manusia. Kemungkinan besar itu merupakan ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Sementara Demis Hassabis, salah satu pendiri sekaligus pimpinan Google DeepMind, juga turut menyampaikan hal serupa. Meski rincian teknisnya masih perlu dimatangkan, namun arah dari usulan tersebut baginya sudah sangat tepat untuk merespons situasi saat ini.

Dilansir dari The Guardian, seruan Amodei ini pun mengemuka di tengah persiapan Anthropic untuk melantai di bursa saham AS, yang digadang-gadang akan menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah dengan target valuasi lebih dari US$2 triliun.

CEO Anthropic Dario Amodei justru sudah terlebih dahulu menyerukan pentingnya memperlambat laju perkembangan AI lantaran risiko keamanan yang mengkhawatirkan dan mengancam kehidupan manusia.

Dalam sebuah esai sepanjang 3.800 kata, ia mengakui bahwa manusia bisa kehilangan kendali atas AI. Teknologi ini juga dapat disalahgunakan untuk serangan siber, bioterorisme, serta gangguan ekonomi yang serius jika perkembangannya tidak terkendali.

Sementara itu, Anderson Cooper mengatakan bahwa Amodei menyerukan kepada para pemimpin industri agar bekerja sama menghindari kesalahan dan potensi bahaya AI terhadap umat manusia.

“Jika kita terlambat, saya percaya ada orang jahat yang akan menyalahgunakan teknologi tersebut,” katanya.

Pernyataan Amodei ini muncul setelah pengunduran diri dari seorang peneliti Anthropic yang khawatir perusahaan dan para pesaingnya tidak melakukan tindakan yang bertanggung jawab dalam pengembangan AI.

Pernyataan serupa datang dari mantan peneliti Anthropic Jacob Coxon berkomentar di X pada Selasa 8 September lalu soal ketidakpedulian pengembang AI terhadap risiko bahaya yang dapat ditimbulkan oleh produknya, meskipun mereka telah menyadarinya.

“Banyak eksekutif dan peneliti senior akan menyusun kalimat mereka di media agar terdengar masuk akal, tetapi saya mendengar mereka mengungkapkan ketakutan secara pribadi. Tidak ada aktivitas manusia lain yang menimbulkan tingkat bahaya seperti ini,” tulisnya.

Editor Qonitah M A
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *