Vino G. Bastian Jadi Ayah Pejuang di Film Gasigogi Garapan Sutradara Miracle in Cell No. 7

Vino G. Bastian Jadi Ayah Pejuang di Film Gasigogi (Instagram Vino G Bastian)
Vino G. Bastian Jadi Ayah Pejuang di Film Gasigogi (Instagram Vino G Bastian)
banner 468x60

Bintang.co.id – Aktor Vino G. Bastian kembali mendapat peran emosional sebagai seorang ayah. Kali ini, ia dipercaya menjadi pemeran utama dalam film Gasigogi, karya terbaru sutradara asal Korea Selatan, Lee Hwan-kyung, yang dikenal lewat film Miracle in Cell No. 7.

Rumah produksi Falcon Pictures telah mengumumkan proyek tersebut. Selain Vino, film Gasigogi juga dibintangi Pevita Pearce dan Faradina Mufti sebagai pemeran utama.

Read More
banner 300x250

Deretan nama lain turut memperkuat jajaran pemain, yakni Altaaf Akavi, Indro Warkop, Dea Panendra, Indra Jegel, Sadana Agung, Irma Novita Rihi, Luisa Adreena, Pritt Timothy, Verdi Solaiman, dan Kiki Narendra.

Kisah Ayah Selamatkan Anak Pengidap Kanker Darah

Dalam film Gasigogi, Vino memerankan Jiwa, seorang ayah yang berjuang keras menyelamatkan putranya, Juna, yang mengidap kanker darah. Cerita film ini mengambil latar di Indonesia.

Gasigogi menjadi proyek terbaru Lee Hwan-kyung setelah sukses lewat Miracle in Cell No. 7 versi asli Korea Selatan yang dirilis pada 2013.

Lee menyebut film ini sebagai kisah pengorbanan seorang ayah, sekaligus persembahan khusus untuk putranya sendiri.

“Gasigogi adalah kisah tentang Jiwa, seorang ayah berhati mulia yang rela memberikan seluruh hidupnya demi menyelamatkan putranya, Juna, yang mengidap kanker darah,” kata Lee, dikutip dari media nasional.

Ia berharap film ini mampu menyentuh hati penonton.

“Tujuan saya sederhana: saya ingin membuat sebuah film yang begitu jujur dan menyentuh, sehingga ketika kredit film berakhir, hal pertama yang ingin dilakukan penonton adalah menelepon ayah mereka,” ujarnya.

Angkat Nilai Keluarga Khas Indonesia

Lee menjelaskan, Gasigogi akan menghadirkan nilai-nilai yang lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, seperti keluarga, keyakinan, dan ikatan sosial yang kuat.

Menurutnya, film ini tidak sekadar mengulang formula emosional ala film Korea. Gasigogi dihadirkan sebagai cerita baru yang berangkat dari keseharian masyarakat Indonesia.

Terinspirasi Pengorbanan Ikan Punggung Duri

Judul sementara Gasigogi berasal dari bahasa Korea yang berarti ikan Stickleback Amur. Ikan ini termasuk famili Gasterosteidae atau ikan punggung duri.

Stickleback Amur berukuran kecil, sekitar 6,5 hingga 9 sentimeter, dan hidup di perairan tawar, payau, hingga laut. Persebarannya meliputi kawasan Asia Timur, terutama Semenanjung Korea, Jepang, dan China.

Ikan ini dikenal karena perilaku pejantannya yang menjaga telur seorang diri setelah ditinggal betina. Sang pejantan merawat sarang dan mengusir predator hingga kelelahan, lalu disebut merelakan tubuhnya menjadi makanan pertama bagi anak-anaknya.

Kisah tersebut menjadi gambaran kasih sayang orang tua yang rela berkorban demi anak, sejalan dengan cerita yang diusung film Gasigogi.

Hingga kini, film Gasigogi masih dalam tahap produksi. Falcon Pictures belum mengumumkan jadwal tayangnya.

Lilik HN

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *