BBM Non Subsidi Dikabarkan Naik 1 Oktober, Ini Kata ESDM

Ilustrasi Pertamina Pertamax (Foto: Pertamina)
Ilustrasi Pertamina Pertamax (Foto: Pertamina)
banner 468x60

Jakarta, Bintang.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi bakal berpotensi mengalami penyesuaian.

Penyesuaian ini bakal dilakukan mulai 1 Oktober 2026. Hal ini seiring dengan kenaikan harga minyak mentah global.

Read More
banner 300x250

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, mengatakan harga BBM non subsidi seperti Pertamax mengikuti perkembangan harga pasar dunia.

Kenaikan harga minyak mentah global berpotensi membuat harga BBM non subsidi naik, untuk itu perlu adanya evaluasi secara rutin terkait penyesuaian setiap tanggal 1 pada awal bulan oleh badan usaha.

“Yang ini non subsidi, ini kan menyesuaikan dengan harga pasar. Jadi ini yang kita lihat, rata-rata dalam satu bulan itu kira-kira berapa penyesuaian,” ujar Yuliot ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu 30 September 2026.

Meski demikian, Yuliot belum dapat menyampaikan secara rinci berapa besar potensi kenaikan harga BBM non subsidi. Namun, menurutnya harga BBM non subsidi bakal mengalami penyesuaian untuk periode Oktober 2026.

“Iya ada penyesuaian,” ujarnya.

Mengutip refinitiv, harga minyak dunia naik dalam hari kedua berturut-turut pada Selasa 29 September 2026. Kenaikan tersebut juga imbas dari kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik AS-Iran.

Pada hari ini, Selasa pukul 10.39 WIB, Harga minyak Brent naik 1,5 persen ke US$106,9 per barel, sementara minyak WTI menguat 1,4 persen ke US$93,91 per barel.

Pada perdagangan Selasa 28 September 2026, harga minyak Brent menguat 0,9 persen ke US$ 105,28 per troy ons sementara Harga minyak WTI menanjak 0,2 persen ke US$ 92,6 per barel.

Kenaikan harga minyak ini terjadi meski ekspor minyak Timur Tengah meningkat menjadi 12,8 juta barel per hari pada September, tertinggi sejak Februari.

Dari ketidakpastian negosiasi antara AS-Iran serta potensi eskalasi di Selat Hormuz masih membayangi pasokan energi global, sehingga berpengaruh terhadap penyesuaian harga minyak domestik.

Editor Qonitah M A
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *