Pandeglang, Bintang.co.id – Suara tabuhan bedug kembali menggema di Kabupaten Pandeglang melalui event Gebrag Ngadu Bedug, tradisi budaya khas Banten yang terus dijaga keberlangsungannya di tengah derasnya arus modernisasi.
Ngadu bedug merupakan seni menabuh bedug dengan berbagai ukuran yang dipadukan secara harmonis sehingga menghasilkan irama khas yang sarat nilai budaya.
Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak era 1970-an dan biasanya digelar menjelang Hari Raya Idulfitri maupun Iduladha.
Tahun ini, Gebrag Ngadu Bedug kembali menjadi perhatian masyarakat karena tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga telah masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal generasi muda.
“Lebih dari sekadar pertunjukan, ini adalah perayaan yang mempererat nilai kebersamaan dan saat ini telah masuk dalam KEN,” ujar Dewi, Minggu 31 Mei 2026.
Baca Juga: Pesilat Italia Belajar Pencak Silat Tradisional Banten di Lebak
Menurutnya, keberadaan event budaya tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“UMKM bisa ikut andil dalam acara ini. Jumlah pengunjung meningkat sehingga perputaran ekonomi semakin pesat,” katanya.
Selain menjadi panggung pelestarian budaya, Gebrag Ngadu Bedug juga menjadi sarana promosi destinasi wisata Kabupaten Pandeglang kepada wisatawan dari berbagai daerah.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang berhasil menghadirkan event budaya berkelas nasional dengan tetap mempertahankan identitas lokal.
Ia menilai salah satu keunikan Gebrag Ngadu Bedug terletak pada konsep panggung yang mengusung nuansa tradisional khas pedesaan.
“Saya baru melihat di sini ada panggung yang dihias dengan jerami. Ini memberikan nuansa seperti di zaman dahulu,” ungkap Erwita.
Menurutnya, potensi event budaya seperti Gebrag Ngadu Bedug perlu terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pelaku pariwisata agar dampaknya semakin luas.
“Yang ditampilkan di booth bukan hanya produk lokal, tetapi juga agen-agen wisata harus hadir agar mampu menarik lebih banyak wisatawan,” ujarnya.
Masuknya Gebrag Ngadu Bedug ke dalam Kharisma Event Nusantara menjadi bukti bahwa budaya lokal Pandeglang memiliki daya tarik yang kuat.
Di tengah perkembangan zaman, tradisi yang lahir puluhan tahun lalu itu tetap mampu menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus penggerak sektor ekonomi dan pariwisata daerah.








