Disebut Akan Gantikan Smartphone, Benda Ini Punya Bahaya Tersembunyi

Salah satu kacamata AI (Foto: Instagram/@drspecsindonesia
Salah satu kacamata AI (Foto: Instagram/@drspecsindonesia
banner 468x60

Bintang.co.id – Masifnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) membuat sejumlah Perusahaan memproduksi kacamata hingga pin berbasis AI.

Benda ini disebut bakal gantikan smartphone yang biasa dipakai orang saat ini. Namun, kehadiran perangkat yang memiliki kemampuan melihat, mendengar, dan merespon ini justru memicu ancaman dan bahayanya tersendiri.

kekhawatiran seputar AI banyak disuarakan oleh banyak pemimpin perusahaan teknologi belakangan ini. Seperti baru-baru ini, berbagai produk pengganti smartphone justru menjadi sasaran utama karena ancaman serius dibalik penggunaannya yang dianggap bisa menyalahi privasi.

Banyak pihak khawatir kacamata pintar ini bisa disalahgunakan untuk melakukan perekaman secara rahasia. Teknologi ini bahkan diprediksi berpotensi memicu pelanggaran hak privasi serta prinsip pengambilan gambar dengan persetujuan (consent) di masa mendatang.

Dilansir dari CNBC Indonesia, kekhawatiran tersebut tampaknya telah menjadi kenyataan di sejumlah tempat di Inggris, termasuk pada salah satu jaringan pub terbesar, Wetherspoon.

Pemilik tempat diketahui telah mulai membatasi penggunaan kacamata pintar di area mereka, dikutip dari Reuters, Rabu 23 September 2026.

Selain itu, gugatan hukum telah dilayangkan terhadap Meta dan Luxottica of America terkait adanya klaim privasi yang menyesatkan dari kacamata pintar buatan perusahaan tersebut.

Banyak orang yang tak sengaja terekam dan terlihat tidak menyadari bahwa diri mereka sedang diambil gambarnya.

Ryan Clarkson, kuasa hukum yang mewakili para penggugat, mengatakan bahwa masih belum jelas sejauh mana privasi pengguna lain dikorbankan demi kenyamanan produk tersebut.

“Tidak ada konsumen waras yang diberitahu soal privasi, lalu menyimpulkan bahwa sebuah perangkat dapat sengaja atau tidak sengaja merekam momen-momen paling pribadi mereka,” ujar Clarkson.

Perusahaan Pembuat Kacamata AI / Kacamata Pintar

Dibalik perkembangan teknologi berbasis AI, sejumlah perusahaan pembuat kacamata AI mulai mempromosikan produknya, salah satunya Meta. Salah satu raksasa teknologi yang juga memelopori produk ini tengah disibukkan dengan kacamata pintarnya. Bahkan, perusahaan ini dilaporkan akan segera merilis produk terbarunya pada pekan ini.

Begitu pula dengan Samsung yang dikabarkan juga akan merambah pasar kacamata pintar pada akhir tahun ini melalui kerja sama dengan Gentle Monster serta Warby Parker.

Meski begitu, Wakil Presiden Eksekutif Divisi Mobile Samsung, Jay Kim, menyatakan bahwa pihaknya tidak memposisikan kacamata tersebut sebagai pengganti total smartphone. Ia juga menegaskan pengguna tetap memegang kendali atas sistem yang aman meski banyaknya tugas yang dikerjakan oleh AI.

Di sisi lain, ada juga Perusahaan yang mulai merespons reaksi negatif publik terkait isu privasi ini. Seperti startup asal China, Even Realities, misalnya, yang memilih memperkenalkan kacamata tanpa kamera pada model G1 di tahun 2024, disusul generasi keduanya setahun kemudian.

Ada pula Plaud yang menghadirkan perangkat perekam AI berbentuk kartu. Perangkat ini dirancang agar hanya aktif saat dinyalakan secara manual yang dilengkapi dengan lampu indikator atau pengumuman audio untuk memperingatkan orang sekitar saat fitur perekaman digunakan.

Meski menuai kontroversi, namun kekhawatiran semacam ini bukanlah hal yang baru. Direktur Perusahaan Riset IDC, Jitesh Ubrani, telah mengingatkan bahwa saat smartphone pertama kali hadir dengan membawa kamera dan mikrofon, perangkat tersebut juga menghadapi gelombang penolakan dan ketakutan publik yang serupa.

Editor Qonitah M A

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *